Septio Triyadi
TUGAS KRITIK SENI RUPA
Lukisan Karya Vincent Van Gogh
Kamar tidur di Arles
Nama : Septio
Triyadi
Kelas : TPHPI 2
SMK N VI Bandar
Lampung
2017
A. Latar Belakang
Vincent Willem van Gogh (30 Maret 1853 – 29 Juli 1890) adalah pelukis pasca-impresionis Belanda. Lukisan-lukisan
dan gambar-gambarnya termasuk karya seni yang terbaik, paling terkenal, dan
paling mahal di dunia. Van Gogh dianggap sebagai salah satu pelukis terbesar
dalam sejarah seni Eropa.Vincent
Willem van Gogh lahir di desa Zundert di Propinsi Brabant. Sejak usia muda
beliau berkeliling Belanda dan Eropa. Tahun 1885, di Nuenen, beliau melukis
gambar yang terkenal berjudul "Pemakan Kentang", sebuah potret suram
tentang keluarga petani. Tahun berikutnya beliau pergi ke Paris.
Saudara lelaki Van Gogh
bernama Theo, seorang pedagang lukisan di Paris, menunjukkan padanya berbagai
lukisan dan gambaran aliran Impressionist, yaitu para seniman yang menggunakan
warna dan cahaya dengan cara yang lebih halus daripada yang dilakukan Van Gogh.
Vincent juga terkesan dengan lukisan-lukisan Jepang yang dilihatnya. Beliau
adalah pelukis pasca-impresionis Belanda. Lukisan-lukisan dan gambar-gambarnya
termasuk karya seni yang terbaik, paling terkenal, dan paling mahal di dunia.
Van Gogh dianggap sebagai salah satu pelukis terbesar dalam sejarah seni Eropa.
Setiap tahun, sekitar satu setengah juta orang
mengunjungi Museum Van Gogh di Amsterdam.
Delapan hingga sembilan
puluh persen pengunjung berasal dari luar Belanda. Pelukis Belanda Van Gogh
terkenal di seluruh penjuru dunia. Van Gogh tidak terkenal semasa hidupnya pada
Abad ke-19. Beliau menjalani kehidupan yang sulit, dipenuhi dengan pergolakan,
kehilangan orang-orang yang dikasihinya dan terlilit masalah keuangan.
Keputusasaan akhirnya mendorong Van Gogh untuk bunuh diri. Baru setelah
kematiannya, bintangnya mulai bersinar. Pada satu sisi, hal ini disebabkan oleh
berbagai lukisannya : gambar yang menarik, dengan warna-warni yang hidup,
mempunyai keunikan tersendiri.
Orang dari berbagai
kalangan menghargai karyanya. Pada sisi lain, orang tertarik pada kisah hidup
Van Gogh. Beliau adalah contoh tentang seorang seniman yang kejeniusannya hanya
tertandingi oleh rasa kesepiannya. Pada masa mudanya Van Gogh bekerja pada sebuah
perusahaan penjual karya seni, dan setelah beberapa waktu bekerja sebagai guru,
ia melayani sebagai misionaris yang bekerja di wilayah pertambangan yang sangat
miskin. Ia baru menjadi seniman pada tahun 1880. Mulanya karya-karyanya
menggunakan warna-warna yang suram. Baru ketika di Paris ia berjumpa dengan
impresionisme dan neo-impresionisme yang warna-warnanya yang lebih cerah dan
gaya lukisannya dikembangkannya menjadi sebuah gaya yang unik dan mudah
dikenali.
Gaya lukisannya ini
mencapai tingkat perkembangannya yang penuh ketika ia tinggal di Arles,
Perancis. Awalnya mengikuti
tipikal pelukis di zamannya dengan gaya impresionisme. Namun ketidakpuasan
terhadap pengekangan ekspresi seni oleh pakem impresionisme membuat ia beralih
pada gaya ekspresionisme. Vincent Van gogh didiagnosa menderita epilepsi yang
cukup parah. Diagnosa ini dibuat oleh 2 orang dokter berbeda yang merawatnya.
Van Gogh juga pernah memotong telinganya sendiri. Pada akhir hidupnya, ia
merasa dirinya menjadi gila dan akhirnya menghabiskan sisa hidup di R.S. Jiwa
Saint Paul-de-Mausole di Saint-Rémy-de-Provence, Perancis. Di R.S. Jiwa Saint
Paul-de-Mausole, dia tetap melukis.
Sejak November 1881
sampai dengan Juli 1890, Vincent Van Gogh telah menghasilkan lebih dari 900
lukisan. Sejak kematiannya, beliau masih menjadi salah satu seorang pelukis
ternama di dunia. Lukisan van Gogh memiliki telah merebut hati para pecinta
lukisan dan membuat dunia baru dalam dunia seni lukis untuk para pecinta
lukisannya. Hal itu tercantum di setiap deskripsi lukisan yang telah ia buat
sebagai seorang pelukis. Hal tersebut berhubungan langsung dengan hasil karya
beliau seperti starry night, sunflower, irises, poppies, dan the potato eaters.
Pada Desember 1881,
saat usianya beranjak 28 tahun ia menghasilkan lukisan pertamanya dan langsung
menuliskan pesan untuk saudaranya theo mengenai bagaimana menjadi seorang
pelukis, “Theo, saya sangat menyukai peralatan lukis saya, dan saya pikir saya
akan mendapatkannya sekarang setelah melukiskannya di akhir tahun nanti, maka
lebih baik jika saya memulainya secepatnya
Van gogh bekerja di faveris pace untuk mendapatkan uang. Karena mental dan fisiknya tidak kuat dan tidak bisa meninggalkan sedikit waktu untuk dirinya sendiri (ketika ia dituntut untuk terus bekerja), maka pada maret 1882, beliau mengirimkan surat lagi untuk saudaranya theo, “Saya tahu bahwa saya memiliki kesulitan finansial pada diri saya, tetapi saya tau bahwa tidak ada yang tidak mungkin yang berhubungan dengan handicraft dan pekerjaan yang bisa dilakukan dengan satu tangan ini. Jika Anda menjadi seorang pelukis, satu hal yang harus kamu tahu bahwa melukis dan segalanya akan sedikit berhubungan dengan kemampuan fisik Anda dalam bekerja. Tinggalkan hal yang berbau dengan mental, kesulitan dalam berpikir, ini akan menjadikan fisik Anda terganggu dan akan terus begitu setiap harinya.”
Van gogh bekerja di faveris pace untuk mendapatkan uang. Karena mental dan fisiknya tidak kuat dan tidak bisa meninggalkan sedikit waktu untuk dirinya sendiri (ketika ia dituntut untuk terus bekerja), maka pada maret 1882, beliau mengirimkan surat lagi untuk saudaranya theo, “Saya tahu bahwa saya memiliki kesulitan finansial pada diri saya, tetapi saya tau bahwa tidak ada yang tidak mungkin yang berhubungan dengan handicraft dan pekerjaan yang bisa dilakukan dengan satu tangan ini. Jika Anda menjadi seorang pelukis, satu hal yang harus kamu tahu bahwa melukis dan segalanya akan sedikit berhubungan dengan kemampuan fisik Anda dalam bekerja. Tinggalkan hal yang berbau dengan mental, kesulitan dalam berpikir, ini akan menjadikan fisik Anda terganggu dan akan terus begitu setiap harinya.”
Dalam suratnya yang
sama pada tahun 1882, van gogh menuliskan “ada 2 hal yang harus dipikirkan
mengenai seni lukis, bagaimana untuk tidak melakukannya dan bagaimana untuk
bisa melakukannya. Bagaimana untuk bisa melukiskan banyak lukisan hanya dengan
sedikit warna. Dan bagaimana untuk tidak melukiskannya dengan banyak warna
tetapi Anda hanya melukiskannya sedikit. Van Gogh percaya bahwa untuk menjadi pelukis yang baik
Anda harus menguasai teknik menggambar sebelum menambahkan warna.
Bertahun-tahun van gogh berusaha untuk bisa menguasai hal tersebut barulah ia
memulai untuk menggunakan beragam warna. Saat itu, satu dari beragam aspek yang
digunakan oleh lukisan van gogh berhubungan dengan pemakaian warna yang tebal.
Beberapa tahun sebelum
kematiannya, van gogh memprediksikan bahwa siapapun orang yang bisa mengetahui
bagaimana cara menggunakan warna pada lukisannya sebagaimana orang lain tidak
bisa melakukannya, maka ia akan menjadi pelukis ternama di masa depan. Beliau
mengekspresikan hal itu pada suratnya yang dikirimkan ke saudaranya theo pada
may 1888. Tetapi saya yakin
saya benar kali ini mengenai generasi selanjutnya, dan ini bagaimana kami
melakukan segalanya yang kami bisa tanpa bertanya ataupun komplain. Pada tahun 1888, Vincent menyewa sebuah studio di
selatan Prancis : "Rumah Kuning" di Arles. Beliau menulis pada adik
perempuannya Wil bahwa keindahan alam yang luar biasa di daerah selatan
mendorongnya mencoba teknik melukis yang baru: "Warna yang menonjol : biru
langit, merah muda, oranje, merah terang, kuning cerah, hijau cerah, merah
anggur yang cerah, ungu". Vincent banyak melukis pemandangan dan karena
beliau tidak mampu membayar honor model, maka banyak memakai potret dirinya
sendiri.
Seniman Prancis Paul
Gauguin tinggal bersama Vincent, tetapi kemudian mereka bersilang pendapat. Van
Gogh yang kebingungan kemudian mengancam Gauguin dengan silet. Tak lama
kemudian Van Gogh memotong sebagian kuping kirinya, entah kecelakaan atau
sengaja. Beberapa lukisan dirinya menunjukkan kuping kirinya yang terbalut
perban.
Selama sisa hidupnya van gogh tidak pernah
menjadi seorang pelukis ternama dan tidak pernah menyangka untuk bisa menjalani
hidupnya sebagai seorang pelukis.
Van gogh hanya menjual
sebuah lukisannya selama hidupnya The Red Vineyard. Lukisan ini terjual di
Brusels sebesar 400 Francs hanya beberapa bulan sebelum beliau meninggal.
Gangguan jiwa Van Gangguan jiwa Van Gogh semakin parah dan kemudian beliau
mendaftarkan dirinya ke sebuah lembaga psikiatris dimana beliau membuat lukisan
yang terkenal yaitu pohon-pohon cemara dan langit penuh bintang. Pada tanggal
27 Juli 1890 beliau berjalan ke ladang jagung dan menembak dirinya sendiri di
bagian dada. Beliau wafat dua hari kemudian.
Vincent Van Gogh
meninggal ketika beliau berusia 37 tahun dan membawa karirnya sebagai pelukis
hingga akhir, tetapi beliau adalah orang pertama yang menjadi pelukis terbaik
untuk masa depan yang bisa menginspirasikan para pelukis dunia hingga saat ini.
Beberapa minggu setelah kematiannya, Saudara
kandungnya theo meniliskan surat ke saudara perempuannya Elizabeth mengenai
kemampuan Van Gogh sebagai pelukis yang baik. “Di surat terakhir yang beliau tuliskan ke saya yang kira-kira 4 hari
sebelum beliau meninggal, beliau berkata “Saya mencoba untuk menjadi pelukis
yang baik dengan memiliki perasaan cinta dan pendirian yang baik pada diri
saya.” Orang-orang yakin bahwa ia adalah pelukis yang baik, sesuatu yang ia
lakukan lebih baik daripada sesuatu yang orang biasa bisa lakukan. Di saat ini,
hal ini meyakinkan saya bahwa ia adalah orang yang terhormat hingga saat dia
meninggal.”
B.
Deskripsi
Gb. Kamar tidur di Arles (Cat Minyak di atas kanvas, 72.4 cm x 91.3 cm)
Bedroom in Arles adalah
judul 3 buah lukisan yang mirip satu sama lain karya pelukis abad 19 Post-Impresionis Belanda Vincent van
Gogh. Van Gogh sendiri memberi judul lukisannya ini The Bedroom in Arles. Ada
tiga versi asli lukisan ini yang dijelaskan dalam suratnya dan dapat dibedakan
dari foto-foto yang digantung di dinding sebelah kanan.
Lukisan ini menggambarkan kamar tidur Van Gogh
di 2 Place Lamartine di Arles, Bouches-du-Rhône,
Perancis, yang dikenal juga dengan nama Yellow
House.
Pintu di sebelah kanan
adalah jalan menuju lantai atas dan tangga, sedangkan pintu di sebelah kiri
adalah ruang kamar tamu yang dia sediakan untuk Gauguin. Pemandangan dari
jendela di dinding depan adalah jalan Place
Lamartine dan taman umumnya. Kamar
ini tidak berbentuk persegi, melainkan trapezoid,
dengan sudut tumpul di sebelah kiri jendela dan sudut siku-siku di sebelah
kanannya. Dua lukisan yang menggantung di kamarnya adalah pelukis Eugène Boch
dan prajurit Paul-Eugène Milliet.
C.
Analisis Formal
Lukisan
ini identik dengan bentuk, sehingga bentuknya dapat dikenali seperti kursi,
meja, tempat tidur, kasur, lukisan, bantal dan seprei. Kesan warna yang
sederhana dari perpaduan warna biru, coklat, hitam dan putih. Selain
unsur warna pada lukisan ini juga terdapat unsur garis dan tekstur. Tekstur
pada lukisan ini adalah tekstur semu, yakni tekstur kasar/tak rata pada subject. Dari segi teknik lukisan
ini digarap dengan sapuan kuas pada kanvas. Demikian juga dalam unsur-unsur seni
yang ada, penempatannya menimbulkan kesan seimbang dan harmonis sehingga
terpadu secara utuh dan menyatu.
D.
Interpresi
Dalam
lukisan ini Vincent Willem van berusaha
menampilkan suasana kamar miliknya yang Pintu di sebelah kanan adalah jalan
menuju lantai atas dan tangga, sedangkan pintu di sebelah kiri adalah ruang
kamar tamu yang dia sediakan untuk Gauguin. Pemandangan dari jendela di dinding
depan adalah jalan Place Lamartine dan taman umumnya. Kamar ini
tidak berbentuk persegi, melainkan trapezoid,
dengan sudut tumpul di sebelah kiri jendela dan sudut siku-siku di sebelah
kanannya. Lukisan yang menggantung di kamarnya. Dua potret yang tergantung di
kamarnya adalah pelukis Eugène Boch dan prajurit Paul-Eugène Milliet.
Warna-warna cerah dan interior yuang
sederhana dimaksudkan untuk memberi kesan "istirahat". Harapan van
Gogh adalah lukisannya bisa memberikan dirinya dan orang lain ketenangan. Dalam
suratnya kepada Theo dia berkata " Ketika aku melihat kanvas-kanvasku lagi
setelah sakit, apa yang kulihat pertama kali adalah "the Bedroom". Lukisan ini memberi kesan luas pada ruangan, kesejukan,
dingin damai, dan menenangkan fikiran, yaitu warna biru pada dinding. Sedangkan
Warna coklat pada lantai menumbuhkan kesan tua, sederhana, kaya, dan hangat.
E.
Evaluasi
Hasil
analisis faktor genetik subjektif menunjukan kepribadian pelukis fleksibel, Tegas
dan konsisten. Proses imajinasi sebuah kamar miliknya dapat memberikan konsep damai, menenangkan, tenang, pasif dan spiritual. interpretasi lukisan adalah pelukis mengatur kamarnya segini rupa
untuk menenangkan pikirannya, sehingga dapat mewujudkan inovasi- inovasi
ekspresi artistik yang tinggi.
Secara keseluruhan
tampak pada garis sebagai identitas bentuk, pengorganisasian unsur seni dan
warna seimbang, menyatu dan harmonis.Hal ini didukung dengan kemampuan pelukis
memadukan antara media, teknik, pengorganisasian struktur rupa, dan isi.
Judul
Karya : Kamar tidur Van Gogh di Arles
Nama Seniman : Vincent Willem
Van Gogh
Bahan :
Cat Minyak di atas
kanvas
Ukuran : 72.4 cm x 91.3 cm
Tahun Pembuatan : 1888


Komentar
Posting Komentar